Awal Berangkat ke Korea Selatan

Awal Berangkat ke Korea Selatan

Menurut saya Korea memang tak ada habisnya keindahan wisata dan kulinernya. Pada awal tahun 2009 dulu, saya mengikuti ujian tes bahasa Korea dan lulus dengan nilai yang maksimal menurut saya hehe.

Pada awalnya saya hanya ingin tahu kegencaran akan keindahan tempat wisata, transportasi yang nyaman, tempat-tempat romantis dan konon katanya makanan tradisional yang sangat enak. Karena katanya banyak yang memimpikan pergi jalan-jalan ke Korea, maka dari itu saya pada awal tahun 2009 bertekad untuk ikut test ujian bahasa Korea untuk bekerja di sana.

Walaupun tujuan saya ke Korea Selatan adalah untuk bekerja yang paling penting saya bisa sekaligus mengunjungi tempat wisata dan kulinernya yang gencar di mata dunia. Yang awaanya ingin jalan-jalan kesana, tetapi malah bisa kelain bekerja. Ya begitulah... namanya juga kaum yang tak ber-uang hehe...

Pada awal tahun 2008 saya ikut belajar bahasa Korea di salah satu lembaga Bahasa Korea di kota saya. Setelah belajar selama kurang lebih sekitar 4-5 bulan, saya mulai mengikuti tes ujian kemampuan Bahasa Korea. Hasil yang saya dapatkan dari ujian sangat memuaskan bagi saya pribadi, karena dengan waktu yang sesingkat itu, saya bisa lulus ujian tes Bahasa Korea.

Setelah hasil ujian saya keluar beserta sertifikatnya, kemudian saya mulai mengurus semua data yang diperlukan untuk melamar kerja disana melalui program pemerintah. Karena tekad dan usaha saya yang ingin pergi bekerja sekaligus jalan-jalan ke Korea, kini saya bisa mewujudkannya. Mungkin kalau saya hanya ingin jalan-jalan saja, bagi saya yang berkehidupan serba pas-pasan ini kemungkinan besar hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Namun, semenjak memutuskan berkerja disana, mimpi tersebut bisa tercapai.

Oh iya... balik lagi tentang kerja di Korea. Setelah data saya semua lengkap, langkah selanjutnya yaitu mengirim data ke Korea Selatan. Saya pikir dari pengriman data sampai masuk ke Korea itu berkisar lama sampai berbulan-bulan, akan tetapi ternyata hanya dalam kurun waktu hitungan minggu, data saya sudah di terima di HRD Korea Selatan.

Saat itu hati mulai senang bercampur sedih, karena bingung untuk mencari pembiayaan dan keperluan lainnya untuk mengurus perjalanan kesana. Namun akhirnya, semua proses dan tahapan bisa saya lewati.

Beberapa hari kemudian, saya mendapat panggilan ke Jakarta untuk mengurus visa dan lainnya serta mengikuti proses kegiatan preliminary. Selama 3-5 hari full saya ikuti kegiatan tersebut dengan baik dan sesuai tata tertib negara. Proses pencocokan data dan test medical check up pun bejalan dengan baik, dan setelah selesai preliminary, saya pulang lagi untuk menunggu panggilan keberangkatan ke ke Korea Selatan.

Saya benar-benar bertekad untuk berangkat, supaya bisa jalan-jalan dan bisa memperbaiki ekonomi keluarga saya. Aamiin!

Kring... kring... kring...

Betapa bahagianya saya waktu itu. Hanya dalam 2 minggu saja, saya mendapat panggilan untuk berangkat ke Korea Selatan. Karena disni saya ikut program pemerintah, jadi saya tidak perlu repot-repot mempersiapkan tiket dan keperluan lainnya. Saya hanya mempersiapkan keperluan pribadi saja. Karena saya termasuk orang awan yang sanagat jarang sekali berpergian jauh, saya kebingungan keprluan pribadi apa saja yang harus dipersiapkan. Hadeh...

Tak lama, tibalah hari yang sangat saya tunggu-tunggu untuk berangkat ke Jakarta dan dilanjutkan berangkat pergi ke Korea Selatan melalui program pemerintah. Seingat saya waktu itu, saya hanya membawa tas ukuran 20 inchi yang berisi 3 stel baju dan peralatan mandi serta uang saku sekitar 300.000 won atau sekitar Rp 3.000.000 pada waktu itu.

Karena pada waktu itu saya baru pertama kali naik pesawat, ada pikiran lucu yang muncul karena rasa takut dan was-was. Saya juga mendengar kabar, katanya perjalanan tersebut berlangsung sekitar 7-8 jam terbang di langit, sedangkan pikiran saya di langit tidak ada SPBU alias pom bensin. Lha terus bagaimana kalau bahan bakarnya tiba-tiba habis ditengah perjalanan? Kalau merasa lapar bagaimana? Dan kalau ingin pergi ke wc bagaimana juga nih jadinya? Hadeh... Lucu gak lucu sih ya, namanya juga orang pelosok desa trus ke kota lanjut ke luar negeri haha...

Ketika malam hari, tibalah waktunya untuk turun ke bandara. Keringat dingin mulai saya rasakan. Saya kira masuk bandara langsung masuk ke dalam pesawat. Akan tetapi, masih banyak prosesnya. Dari proses pengecekan isi barang bawaan, tiket dan paspor di imigrasi. Walaupun saya sedikit kebingungan waktu itu karena masih pertama kali, tetapi bisa sedikit lega karena masih bisa ke toilet bandara dulu supaya nanti pas di dalam pesawat saya tidak kebelet lagi. Mungkin efek takut karena pikiran tadi yang mengira di pesawat gak ada toiletnya haha...

Setelah menunggu beberapa saat, ketua rombongan pun memberi arahan dari ruang tunggu untuk segera masuk ke dalam pesawat. Dan lucunya lagi, saya masih sempet-sempetnya izin mampir ke WC lagi. Efek takut pertama kali naik pesawat kok begitu banget ya haha...

Cerita pengalaman selanjutnya akan disambung di postingan selanjutnya ya...
Lebih baru Lebih lama